Gerak Cepat Cegah DBD! Fogging Radius 200 Meter di Dusun Mardiasri Libatkan Lintas Puskesmas dan Warga
Ngawi, Senin 30 Maret 2026 — Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dilakukan secara cepat dan terpadu di Dusun Mardiasri, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, melalui kegiatan penyemprotan fogging dalam radius 200 meter di sekitar rumah penderita.

Kegiatan yang dipimpin oleh Puskesmas Ngawi Kota ini mendapat dukungan penuh berupa tambahan tenaga serta peralatan swingfog dari Puskesmas Kecamatan Pitu, Paron, dan Kedunggalar. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas ditemukannya tiga warga yang terdampak DBD, yakni Dimas Maulana (23), Endang Hariyati (49), dan Faizal Mustaqim (22).
Proses fogging berlangsung lancar dengan melibatkan banyak pihak. Selain tenaga kesehatan dari beberapa puskesmas, kegiatan ini juga dibantu oleh masyarakat setempat, perangkat desa, serta unsur Trantib Kecamatan Ngawi yang turut memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan efektif.

Kepala tim pelaksana menyampaikan bahwa fogging dilakukan sebagai langkah cepat untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, terutama di area yang berpotensi menjadi titik penularan. Radius 200 meter dipilih sesuai standar penanganan kasus DBD untuk menjangkau area sekitar penderita secara maksimal.
Partisipasi aktif warga dalam mendukung kegiatan ini menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan di lapangan. Selain penyemprotan, masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, aparat kecamatan, dan masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di wilayah Dusun Mardiasri dapat segera terkendali dan tidak meluas ke lingkungan sekitar.


