Desa Mangunharjo Dorong Pertanian Ramah Lingkungan melalui Pelatihan Bioloka Plus

Mangunharjo, Senin (6/7/2026) – Pemerintah Desa Mangunharjo menggelar pelatihan pertanian ramah lingkungan/TTG (Tehnologi Tepat Guna) di Ruang Rapat Kantor Desa Mangunharjo, Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam mengolah bahan-bahan lokal menjadi produk pendukung pertanian yang ramah lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Ngawi yang diwakili oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Ngawi, Arif Mukti Satyo N., S.Psi, unsur Trantib Kecamatan Ngawi, Babinsa Desa Mangunharjo, Bhabinkamtibmas Desa Mangunharjo, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perangkat desa, kelompok tani, serta mahasiswa magang dari UIN Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, PPL Pertanian memberikan pelatihan sekaligus memperkenalkan Bioloka Plus, yaitu mikroorganisme lokal fermentatif yang dapat dimanfaatkan untuk pengolahan limbah jerami, imunisasi tanaman, dan pemenuhan nutrisi tanaman. Pemanfaatan Bioloka Plus diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan pada bahan kimia serta mengoptimalkan potensi bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

Materi pelatihan mencakup pengenalan bahan, alat, serta tahapan pembuatan Bioloka Plus. Bahan yang digunakan terdiri atas air cucian beras sebanyak 20 liter, air kelapa 20 liter, buah maja atau bonggol pisang sebanyak 25 kilogram, tetes tebu 5 liter, urin sapi 40 liter, serta mikroba fungsional seperti trichoderma dan mikroba pendukung lainnya sebanyak 3 tube atau sekitar 300 gram.

Sementara itu, peralatan yang digunakan meliputi tong, aerator, dan fermentor. Proses pembuatan diawali dengan mengambil daging buah maja atau mencacah bonggol pisang. Selanjutnya, seluruh bahan dimasukkan ke dalam tong dan dicampurkan hingga merata. Setelah itu, mikroba fungsional seperti trichoderma ditambahkan ke dalam campuran.

Campuran tersebut kemudian dibiarkan dalam kondisi padat untuk menjalani proses fermentasi selama 14 hari. Setelah fermentasi selesai, hasilnya disaring dan dimasukkan ke dalam botol. Bioloka Plus yang telah dikemas selanjutnya siap diaplikasikan pada tanaman maupun digunakan untuk mendukung pengolahan limbah jerami.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mempraktikkan pembuatan Bioloka Plus secara mandiri serta menerapkannya dalam kegiatan pertanian sehari-hari. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh pertanian, aparat keamanan, kelompok tani, dan mahasiswa magang diharapkan dapat memperkuat pengembangan pertanian ramah lingkungan di Desa Mangunharjo.